SISTEM KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP 7 KINGDOM
PENGERTIAN KLASIFIKASI
Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis
hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun
secara runut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih
kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari
prinsip dan cara klasifikasi makhluk
hidup disebut taksonomi atau sistematik.
Prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu
taksonomi adalah dengan membentuk takson.
Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan
ciri. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang
diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati.
Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman
dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC)
mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan dan
kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada
saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup
dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom.
PERKEMBANGAN
KLASIFIKASI
1. Sistem Klasifikasi Pra-Linnaeus
Sistem klasifikasi ini dilakukan dengan melihat kesamaan
bentuk luar dari tubuh makhluk hidup (morfologi). Makhluk hidup pada masa ini
dibedakan menjadi dua kelompok seperti konsep Aristoteles yang
mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan.
Hewan-hewan yang memiliki bentuk tubuh yang sama dikelompokkan menjadi satu
kelompok tersendiri. Selain itu hewan juga dikelompokkan berdasarkan
kegunaannya masing-masing. Pengelompokan hewan didasarkan pada ciri-ciri lalu
ditentukan macamnya dan diberikan nama sesuai dengan isyarat yang dimiliki.
Proses-proses ini dilakukan tanpa kesadaran dan berlangsung dalam waktu yang
sangat cepat. Pada masa pra-Linnaeus juga belum ada publikasi tentang
klasifikasi hewan.
2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom
- Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
- Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia C. Linnaeus
tahun 1735. Kelemahannya adalah penggolongan ini masih terlalu umum dan
kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak
dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini. Kelebihan sistem ini pada saat
itu adalah mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi
berdasarkan karakter fisiknya yaitu tumbuhan dan hewan dan juga kedua kingdom
ini merupakan kunci atau pengarah utama menuju model-model kingdom lainnya.
3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom
- Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
- Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
- Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana)
Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini
dipecah ke dalam dua kerajaan: yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa,
sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun
ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam filum dan divisi, seperti alga
yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur lendir yang mirip amuba. Karena dasar
inilah, Ernst Haeckel pada tahun 1866 menyarankan adanya kerajaan ketiga, yaitu
Protista untuk menampung makhluk hidup yang tidak memiliki ciri klasifikasi
yang jelas. Kerajaan ketiga in baru populer belakangan ini (kadang dengan
sebutan Protoctista). Protista adalah organisme yang memiliki sifat-sifat
tumbuhan dan hewan sekaligus.
Kelemahan sistem ini yaitu bakteri tidak dapat digolongkan
ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang
tidak memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang
sempurna. Kelebihan sistem ini adalah organisme mikroskopis bersel satu
atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan berbeda
dari animalia atau plantae, penyebabnya karena secara fisiologis,
morfologisnya, dan anatomi, kingdom protista memiliki perbedaan dari kedua
kingdom lainnya.
4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom
- Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
- Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
- Kingdom Protista
- Kingdom Monera·Kingdom Fungi (Dunia Jamur)
Ada dua tokoh yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi
sistem 4 kingdom yaitu Copeland dan Whittaker. Hanya saja dasar yang digunakan
oleh keduanya berbedasehingga dihasilkan klasifikasi makhluk hidup yang berbeda
pula. Copeland membagi menjadi empat Kingdom yaitu Monera, Protoctista,
Metaphyta dan Metazoa. Monera adalah organisme yang belum memiliki membran
inti dan membran organel sel atau bersifat prokariotik.
Berbeda dengan Protista/Protoctista yang bersifat
Eukariotik. Metaphyta adalah tumbuhan yang mengalami masa perkembangan embrio,
begitu juga Metazoa adalah kelompok hewan yang mengalami masa perkembangan
embrio dalam siklus hidupnya. Sedangkan Whittakers membagi hewan menjadi
beberapa kingdom: Animalia, Plantae, Fungi dan Protista.
Fungi dijadikan kingdom tersendiri karena fungi memiliki
perbedaan dari tumbuhan. Fungi bukan organisme autotrof layaknya tumbuhan
melainkan organisme yang heterotrof yaitu tidak dapat mensintesis makanannya
sendiri. Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang binatang lakukan, atau
pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan
mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan mereka dan kemudian
menyerapnya (absorbsi)ke dalam sel.
5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Robert H.
Whittaker tahun 1969 dengan mencirikan masing-masing kingdom sebagai berikut :
- Monera : Prokariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
- Protista : Eukariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
- Fungi : Eukariot, Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
- Plantae : Eukariot, Autotrof, Multiseluler
- Animalia : Eukariot, Heterotrof, Multiseluler
Kelebihan sistem ini adalah jamur digolongkan kedalam
kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang hewan
lakukan, atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan
melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan mereka dan
kemudian menyerapnya ke dalam sel. Begitu juga perbedaannya dengan monera jelas
terlihat bahwa kingdom fungi merupakan jenis organisme eukariot bukan
prokariot. Dengan kata lain kingdom ini melengkapi sistem klasifikasi kingdom
sebelumny. Namun masih terdapat kelemahan dalam klasifikasi ini,
yaitu belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga
didalam kelompok kingdom monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan
baik dalam hal RNA polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan
lainnya.
6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom
- Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
- Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
- Kingdom Protista
- Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
- Kingdom Eubacteria
- Kingdom Archaebacteria
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese
1977. Pengklasifikasian ini berawal dari ditemukannya golongan monera
archaebacteria di samudera dalam yang memiliki perbedaan dengan kingdom monera
lainnya (eubacteria). Analisis archaebacteria menunjukkan bahwa kelompok ini
lebih menyerupai eukariota dibanding saudaranya (prokariotik). Hal ini
adalah salah satu alasan menagapa kingdom monera menjadi kingdom archaebacteria
dan eubacteria.
Namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan
kontra, karena kingdom monera merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri
archae dan eubacteria sehingga menurut mereka tidak perlu di bagi lagi.
Kelebihannya adalah mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga
memberikan informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera.
7. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom
- Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
- Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
- Kingdom Protista (Protozoa)
- Kingdom Chromista
- Kingdom Eumycota
- Kingdom Eubacteria
- Kingdom Archaebacteria
Sistem ini diperkenalkan oleh
ahli Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini dikembangkan dari sistem
kingdom sebelumnya dan secara garis besar digolongkan dalam dua kelas utama
prokariot dan eukariot (2 Empires, Chatton 1937) dari kedua golongan besar ini
dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae, Protozoa (protista), Eumycota
dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup Eubacteria dan
Archaebacteria.
Disini terdapat kingdom baru yaitu Chromista yang anggotanya
merupakan bagian dari kingdom fungi dan protista yaitu Oomycota,
Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates,
Chrysophyta, dan Phaeophyta. Golongan ini berbeda dari kingdom asalnya karena
mereka meiliki klorofil a dan c, tidak menyimpan makanan sebagai kanji melainkan
sebagai minyak dan umumnya menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan.
Karena sebagian kingdom mycota sudah digolongkan ke dalam kingdom chromista
maka kingdom ini berubah menjadi kingdom eumycota. Kingdom protista lebih akrab
dikenal sebagai kingdom protozoa.Klasifikasi system ini lebih sempurna dari
kingdom sebelumnya.
Keren:)
BalasHapus